Loading

Komplek Makam Putroe Beutom

No. Reg. PO2015111500650 Status ODCB

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : 2015
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2015
Tahun penetapan : -
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Struktur

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Struktur : -
Periode Struktur : -
Fungsi Struktur : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Utara
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : Gp. Rheng Bluek Kec. Meurah Mulia
Latitude : -
Longitude : -
Ketinggian (mdpl) : -

Data Fisik

Bahan Struktur : -
Satuan waktu pembuatan : -
Periode waktu pembuatan : -
Waktu Pembuatan : -
Ornamen Struktur : -
Tanda Struktur : -
Warna Struktur : -
Hiasan : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Tinggi : -
Luas Struktur : -
Luas Tanah : 151 M2
Diameter Atas : -
Diameter Badan : -
Diameter Kaki : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Pemda Aceh Utara
Nama pemilik : Pemda Aceh Utara
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Struktur

Nama Lainnya : Komplek Makam Putroe Beutom

Ibunda Sultan Malikussaleh. Makam Putroe Beutong berlokasi di Gampong Rheng Bluk, Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara. Berbeda dengan Putroe Phang yang dikenal luas, tidak banyak sumber sejarah yang merinci secara pasti mengenai sosok Putroe Beutong. Catatan sejarah tentangnya lebih mengarah pada tradisi lisan yang berkembang di masyarakat Aceh Utara.  makam Putroe Beutong yaitu Putroe Beutong tidak diketahui namanya secara pasti. Nama "Putroe Beutong" (Putri Siput) berasal dari legenda yang mengisahkan asal-usulnya dari siput. Cerita rakyat setempat mengisahkan bahwa Putroe Beutong merupakan seorang perempuan cantik yang diselamatkan oleh seorang raja dari dalam siput. Makam ini tidak memiliki kaitan langsung dengan tokoh sejarah seperti Sultan Iskandar Muda, yang makamnya berada di Banda Aceh. Makam Putroe Beutong lebih terkait dengan sejarah lokal dan legenda setempat yang diturunkan dari generasi ke generasi.