Loading

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : 2024
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2024
Tahun penetapan : -
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Besar
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : Gampong Punie Cut Kec. Darul Imarah, kab. Aceh Besar
Latitude : -
Longitude : -
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : -
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Komplek Makam Punie

Komplek makam Punie di Aceh Besar adalah situs bersejarah yang terletak di Gampong Punie Cut, Kecamatan Darul Imarah. Meski informasinya masih terbatas, makam ini diperkirakan berasal dari periode Kesultanan Aceh Darussalam dan kemungkinan menjadi tempat pemakaman tokoh-tokoh penting di masa itu.  Komplek ini berada di Gampong Punie Cut, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, dan masih berada di tengah kawasan perumahan penduduk setempat.Meskipun belum ada tanggal pasti, gaya ukiran pada beberapa nisan kuno di Aceh sering kali merujuk pada masa Kesultanan Aceh Darussalam (akhir abad ke-15 hingga abad ke-17). Identitas tokoh yang dimakamkan di sini belum diketahui secara pasti. Namun, banyak makam kuno di wilayah Aceh Darul Imarah dan sekitarnya adalah milik penguasa atau pejabat kesultanan pada masanya. Wilayah Aceh Besar, khususnya kawasan seperti Darul Imarah, merupakan salah satu pusat pemerintahan dan permukiman elit Kesultanan Aceh. Oleh karena itu, kompleks makam ini berpotensi menyimpan jejak sejarah penting tentang para penguasa atau bangsawan Aceh. Berdasarkan informasi dari Komunitas Mapesa Aceh (Masyarakat Peduli Sejarah Aceh), situs-situs makam bersejarah di wilayah ini membutuhkan perhatian lebih untuk upaya pelestarian, agar tidak hilang ditelan zaman.