Loading

Komplek Makam Maulana Abdurrahman

No. Reg. PO2014121000007 Status ODCB

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : 2014
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2014
Tahun penetapan : -
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Utara
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : Gp. Mancang Kec. Samudera
Latitude : -
Longitude : -
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : 402 M2

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Pemda Aceh Utara
Nama pemilik : Pemda Aceh Utara
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Komplek Makam Maulana Abdurrahman

Kompleks makam Maulana Abdurrahman di Aceh Utara terletak di Gampong Meunasah Pie, Kecamatan Samudera. Meskipun detail sejarah spesifik mengenai sosok Maulana Abdurrahman masih langka dalam sumber yang tersedia, keberadaan makam ini sangat terkait dengan Kerajaan Samudera Pasai yang makmur di masa lalu.  Berikut adalah beberapa hal yang diketahui tentang kompleks makam tersebut: Gampong Meunasah Pie, tempat makam berada, adalah salah satu lokasi yang memiliki jejak sejarah terkait Kerajaan Samudera Pasai, yang pernah menjadi pusat kebudayaan dan penyebaran Islam di wilayah tersebut. Di dalam kompleks makam, terdapat 12 batu nisan atau pusara.Batu nisan di kompleks ini dihiasi dengan ornamen dan kaligrafi, termasuk Ayat Kursi. Ornamen dan gaya kaligrafi seperti ini lazim ditemukan pada peninggalan sejarah dari masa Kerajaan Samudera Pasai, yang dipengaruhi oleh kebudayaan Persia.Kehadiran ornamen dan kaligrafi ini menunjukkan adanya jejak kebudayaan Persia dalam tinggalan sejarah di kawasan Samudera Pasai. Hal ini memperkuat peran Samudera Pasai sebagai pusat perdagangan dan interaksi budaya di masa lalu. Kompleks makam Maulana Abdurrahman adalah salah satu situs yang menjadi bukti penting peninggalan sejarah dan kebudayaan Islam di Aceh, khususnya di era Kerajaan Samudera Pasai.