Loading

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : 2015
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2015
Tahun penetapan : -
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Utara
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : R7FR+Q3R, Buket Lipeh, Kec. Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, Aceh 24376
Latitude : 4.824998920487686
Longitude : 97.29905115593237
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Pemda Aceh Utara
Nama pemilik : Pemda Aceh Utara
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Komplek Makam Cut Meutia

Kompleks makam Cut Meutia awalnya adalah lokasi di mana beliau gugur dalam pertempuran melawan Belanda pada 24 Oktober 1910 di Alue Kurieng, Aceh Utara. Setelah dimakamkan secara sederhana, lokasi makam tersebut menjadi tidak terurus dan sulit dijangkau karena tertutup semak belukar. Sejak tahun 2007, upaya perbaikan dan pembangunan akses jalan menuju makam telah dilakukan oleh TNI, dengan program pemugaran yang berkelanjutan sejak tahun 2018 untuk menjadikannya situs sejarah yang layak dikunjungi.  Cut Meutia gugur dalam pertempuran melawan pasukan Korps Marsose Belanda di Alue Kurieng pada 24 Oktober 1910. Beliau gugur setelah tangan dan seluruh tubuhnya "dipotong" oleh tentara Belanda yang melakukan penyerangan. Jenazah Cut Meutia kemudian dibawa oleh gerilyawan Aceh dan dimakamkan di lokasi tersebut secara sederhana.  Seiring waktu, lokasi makam menjadi tidak terawat dan sulit ditemukan karena akses jalan yang tidak ada dan tertutup hutan belukar. Upaya untuk mencari dan membuka akses ke makam Cut Meutia dimulai pada tahun 2007 oleh Dandim Aceh Utara saat itu, Yogi Gunawan, karena tidak ada yang tahu persis lokasinya. Akses jalan ke makam kemudian dimasukkan dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) tahun 2008. Sejak saat itu, TNI secara rutin melakukan kegiatan membersihkan dan merehab makam, di antaranya pada tahun 2018 dan 2019.  Hingga saat ini, program pemugaran dan pembukaan akses jalan terus dilakukan, termasuk pada tahun 2020 dan beberapa tahun berikutnya. Upaya ini dilakukan agar makam Cut Meutia dapat menjadi situs sejarah yang layak untuk dikunjungi sebagai bentuk penghormatan dan edukasi bagi generasi muda tentang semangat perjuangan beliau.