Loading

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Provinsi
Tahun pendataan : -
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2021
Tahun penetapan : 2021
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : Kerkhoff Poetjoet/Kerkhoff Peucut
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kota Banda Aceh
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : G8W7+PQ5, Peucut, Jl. Sultan Iskandar Muda, Sukaramai, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh 23116
Latitude : 5.547441907446619
Longitude : 95.32066657455348
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : 3.25 Ha

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Yayasan Peutcut/ Yayasan Belanda dan Disbudpar Aceh
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Komplek Kuburan Kerkhoff

Kompleks kuburan Kerkhof Peucut di Banda Aceh adalah pemakaman militer kolonial Belanda yang dibangun pada akhir abad ke-19 untuk menampung ribuan tentara KNIL (Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger) yang tewas selama Perang Aceh ( -). Berdiri di atas lahan yang sebelumnya digunakan sebagai tempat pemakaman Meurah Pupok, putra Sultan Iskandar Muda, kompleks ini menjadi saksi bisu perlawanan rakyat Aceh dan sekarang menjadi objek wisata sejarah penting.  Kompleks pemakaman Kerkhoff Peucut di Banda Aceh merupakan saksi bisu kekejaman Perang Aceh (1873-1904) dan menjadi pemakaman militer Belanda terbesar di luar Belanda. Nama Kerkhoff berasal dari bahasa Belanda yang berarti "halaman gereja" atau kuburan.  Pemakaman ini didirikan pada masa Perang Aceh, konflik panjang antara Kesultanan Aceh dan Belanda. Selama perang yang berlangsung puluhan tahun ini, ribuan tentara Belanda tewas. Lebih dari 2.200 serdadu Belanda dimakamkan di sini, termasuk beberapa perwira tinggi dan jenderal yang gugur dalam pertempuran. Nama-nama mereka terukir di dinding gerbang masuk kompleks. Kuburan Kerkhoff menjadi bukti ketangguhan rakyat Aceh dalam melawan kolonialisme Belanda. Jumlah korban yang dimakamkan di sini menunjukkan betapa sulitnya Belanda menaklukkan Aceh.  Di dalam kompleks, terdapat nisan dengan berbagai bentuk dan ukuran, mulai dari salib, tugu, hingga gundukan tanah biasa.Selain serdadu Belanda, banyak juga jasad tentara pribumi dari Ambon, Jawa, dan Manado yang direkrut oleh KNIL (Tentara Kerajaan Hindia Belanda) untuk melawan Aceh dan dimakamkan di sana.Terdapat makam-makam dari abad ke-16 hingga ke-17 di kompleks ini, termasuk makam Meurah Pupok, putra Sultan Iskandar Muda. Konon, makam ini sudah ada sekitar 300 tahun sebelum makam Belanda.  Kompleks ini terletak di pusat Kota Banda Aceh, tepat di belakang Museum Tsunami Aceh, dan menjadi salah satu destinasi wisata sejarah. Pemerintah Belanda sangat menghargai warga Banda Aceh yang telah merawat kompleks ini. Pada tahun 2004, kompleks ini mengalami kerusakan parah akibat tsunami yang melanda Aceh. Lebih dari 50 nisan salib hilang tersapu gelombang.  Secara keseluruhan, Kerkhoff Peucut bukan sekadar pemakaman, melainkan monumen sejarah yang menyimpan cerita tentang perjuangan, kolonialisme, dan konflik yang membentuk masa lalu Aceh.  Kherkhoff berasal dari bahasa Belanda yang berarti kuburan. Jumlah tentara Belanda yang di makamkan disini mencapai lebih dari 2200 serdadu Belanda yang tewas pada saat perang Belanda di Aceh yang berkecamuk sejak tahun 1873 - 1942. Kerkhoff sekarang merupakan salah satu tempat wisata sejarah berhadapan dengan lapangan Blang Padang. Pada Tahun 1880 Belanda mengalihkan fungsinya sebagai kuburan massal Belanda. Namanya diganti menjadi Kerkhoff.