Loading

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Provinsi
Tahun pendataan : -
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2021
Tahun penetapan : 2021
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kota Sabang
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : Jl. Jend. Ahmad Yani Gampong Kuta Ateuh Kec. Sukakarya Kota Sabang
Latitude : 5.8492369655831835
Longitude : 95.27351875481786
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : 3061,6 M2

Kondisi Terkini

Keutuhan : Utuh
Pemeliharaan : Terpelihara
Riwayat Pemugaran : Belum Pernah Dipugar
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Pemerintah Kota Sabang
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : Pemerintah Kota Sabang

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Kherkof/Makam Kolonial

Kherkof merupakan pemakaman yang digunakan oleh Belanda sebagai makam warga sipil dan militer Eropa yang berkebangsaan Denmark, Prancis, Yunani, Jerman dan terutama Belanda sejak tahun 1800an. Di sini juga dimakamkan Jacquest Carrisan, pahlawan nasional Perancis yang gugur dalam pertempuran laut antara kapal Jerman pada perang dunia pertama pada Oktober 1914 di Selat Malaka. Kerkhof atau makam kolonial di Sabang terletak di Jalan Merbabu, Gampong Kuta Ateueh. Pemakaman ini menjadi saksi bisu sejarah kolonialisme di Sabang dan merupakan tempat peristirahatan terakhir bagi orang-orang Eropa yang meninggal di sana pada masa kolonial Belanda.  Banyak orang Eropa yang dikuburkan di sini saat kolonial Belanda berkuasa di Sabang. Sabang pada masa itu merupakan pelabuhan penting yang ramai disinggahi kapal-kapal Eropa, termasuk kapal-kapal Belanda. Sejarah makam ini erat kaitannya dengan peran Sabang sebagai pelabuhan bebas (Sabang Haven) pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Saat itu, banyak kapal dari Eropa singgah di Sabang untuk mengambil perbekalan dan mengisi batu bara.Salah satu cerita yang menarik adalah adanya makam kerabat R.A. Kartini di kerkhof ini. Diceritakan bahwa seorang sepupu R.A. Kartini meninggal dunia karena kolera saat kapalnya singgah di Sabang. Namun, makamnya sulit ditemukan karena kondisi pemakaman yang sudah lama. Selain makam, di Sabang juga banyak ditemukan situs-situs bersejarah peninggalan kolonial Belanda dan Jepang, seperti benteng dan bunker yang dibangun selama Perang Dunia II. Kerkhof kolonial menjadi bagian dari jejak sejarah ini. Makam kolonial ini terletak di ujung Jalan Merbabu dan dikenal juga sebagai Kerkhof Merbabu.Beberapa laporan menyebutkan bahwa beberapa makam telah tertutup ilalang dan tanah, menyulitkan untuk mengidentifikasi siapa yang dimakamkan di sana. Meskipun tidak sepopuler Kerkhof Peucut di Banda Aceh, makam kolonial Sabang tetap menjadi salah satu objek wisata sejarah yang menarik untuk dikunjungi bagi mereka yang tertarik dengan jejak peninggalan kolonial.