| Tingkatan Data | : | Provinsi |
| Tahun pendataan | : | - |
| Tahun Verifikasi dan Validasi | : | 2023 |
| Tahun penetapan | : | 2023 |
| Entitas kebudayaan | : | ODCB |
| Kategori | : | Situs |
| Nama ODCB/CB di lapangan | : | - |
| Sifat Situs | : | - |
| Periode Situs | : | - |
| Kelompok Situs | : | - |
| Kabupaten/Kota | : | Kota Banda Aceh |
| Kecamatan | : | - |
| Desa/Kelurahan | : | - |
| Alamat | : | Gampong Lampulo Kec. Kuta Alam Kota Banda Aceh |
| Latitude | : | 5 ͦ 34ʹ29.73"N 95 ͦ 18ʹ30.01"E |
| Longitude | : | 5 ͦ 34ʹ29.73"N 95 ͦ 18ʹ30.01"E |
| Ketinggian (mdpl) | : | - |
| Panjang | : | - |
| Lebar | : | - |
| Luas Tanah | : | 1.127,8 m² |
| Keutuhan | : | - |
| Pemeliharaan | : | - |
| Riwayat Pemugaran | : | - |
| Riwayat Adaptasi | : | - |
| Kabupaten/Kota | : | - |
| Kecamatan | : | - |
| Desa/Gampong | : | - |
| Status kepemilikan | : | Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh |
| Nama pemilik | : | - |
| Status perolehan | : | - |
| Alamat | : | - |
| Latitude | : | - |
| Longitude | : | - |
| Status Pengelolaan | : | - |
| Batas Zona Utara | : | - |
| Batas Zona Selatan | : | - |
| Batas Zona Barat | : | - |
| Batas Zona Timur | : | - |
Situs
Nama Lainnya : Kapal/Boat diatas Rumah
Kapal diatas rumah ini menjadi tempat wisata yang sangat unik dan mungkin tidak ada di temukan di tempat lain. Sebuah kapal yang lumayan besar tersangkut diatas rumah menjadi saksi bisu akan kedasyatan musibah tsunami melanda Aceh tahun 2004 silam. Situs ini tetap di pertahankan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh untuk mengenang musibah Gempa dan Tsunami yang melanda Kota Banda Aceh. Sebuah Boat (Kapal kecil) yang terbawa gelombang Tsunami dan terdampar di rumah penduduk di kawasan Gampong Lampulo Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh. Kapal ini merupakan sebuah kapal nelayan yang digunakan mencari ikan di laut. Kapal ini memiliki panjang kurang lebih 25 meter serta memiliki bobot mencapai 65 ton. Kapal tersebut terhempas oleh dasyatnya gelombang stunami terseret dari TPI Lampulo sejauh 1 kilometer dan kapal tersebut terdampar hingga ke pemukiman penduduk hingga tersangkut diatas rumah warga. Kapal di atas rumah di Banda Aceh adalah saksi bisu Tsunami Aceh pada 26 Desember 2004, yang awalnya merupakan kapal nelayan seberat 20 ton dan panjang 25 meter. Kapal ini terseret gelombang tsunami sejauh 1 km dan tersangkut di atas rumah warga di Gampong Lampulo, tempat 59 orang berlindung saat bencana. Kini, lokasi ini menjadi monumen dan objek wisata edukasi yang menjadi simbol kekuatan dan harapan untuk bangkit kembali pasca-bencana. Berikut adalah poin-poin penting dari sejarah boat di atas rumah Lampulo: Saat tsunami menerjang, kapal kayu milik seorang nelayan bernama Misbah dan istrinya, Abbasiyah, sedang berada di sungai Lampulo, sekitar satu kilometer dari pemukiman. Gelombang raksasa dengan dahsyat menyeret kapal seberat 20 ton itu ke daratan hingga akhirnya tersangkut di atas lantai dua rumah warga.Kapal tersebut menjadi tempat berlindung bagi sekitar 59 warga yang berhasil memanjat dan menyelamatkan diri dari sapuan gelombang. Di antara para korban yang selamat, terdapat pemilik rumah, Misbah dan Abbasiyah, beserta anak-anak mereka.Setelah bencana, pemerintah membeli kapal beserta rumah tempat kapal itu tersangkut. Hal ini dilakukan untuk melestarikan situs tersebut sebagai monumen bersejarah yang dapat menjadi pelajaran dan pengingat bagi masyarakat.Bagi para penyintas, monumen ini melambangkan harapan dan keselamatan di tengah bencana yang tak terperi. Kapal yang awalnya hanya berfungsi sebagai alat nelayan, justru menjadi penyelamat bagi puluhan nyawa. Hingga kini, lokasi ini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah tsunami yang banyak dikunjungi di Banda Aceh. Pengunjung dapat melihat langsung bagaimana sebuah kapal besar bisa berada di atas rumah, dan merenungkan kekuatan alam serta ketabahan manusia dalam menghadapi bencana. Kisah boat di atas rumah Lampulo bukan hanya sekadar cerita tentang puing-puing bencana, tetapi juga pengingat akan ketahanan, keajaiban, dan solidaritas yang muncul di tengah musibah.