Loading

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Provinsi
Tahun pendataan : -
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2023
Tahun penetapan : 2023
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : Campuran
Periode Situs : 1978 M
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kota Banda Aceh
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : Jl. Teuku Umar, Gampong Suka Ramai Kec. Baiturrahman
Latitude : 5 ͦ 33ʹ45.60"N 95 ͦ 18ʹ58.63"E
Longitude : 5 ͦ 33ʹ45.60"N 95 ͦ 18ʹ58.63"E
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : 457.95 m²

Kondisi Terkini

Keutuhan : Utuh
Pemeliharaan : Terpelihara
Riwayat Pemugaran : Belum Pernah Dipugar
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Negara
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Kandang Makam Sultan Iskandar Thani

Kandang Makam Sultan Iskandar Thani di Banda Aceh adalah kompleks makam yang awalnya merupakan tempat kenduri keluarga sultan, kemudian menjadi makam Sultan Iskandar Thani dan keluarganya. Berada di dekat Gunongan, situs ini mencerminkan kejayaan Kerajaan Aceh Darussalam pada abad ke-17. Pada masa invasi Belanda, situs ini mengalami kerusakan, namun arkeolog berhasil menemukan lempengan emas di makam yang kini menjadi koleksi Museum Aceh.  Berdasarkan hasil penelusuran, sejarah Kandang Makam Sultan Iskandar Thani di Banda Aceh memiliki beberapa poin penting. Berikut penjelasan lengkapnya:  Sultan Iskandar Thani adalah menantu dari Sultan Iskandar Muda, penguasa Kerajaan Aceh Darussalam yang terkenal.Nama aslinya adalah Putera Bungsu, anak dari Sultan Ahmad dari Pahang.Ia dibawa ke Aceh sebagai tawanan saat Aceh menyerang Pahang pada 1617, kemudian menjadi anak angkat dan dinikahkan dengan putri Iskandar Muda, Puteri Safiah.Setelah Sultan Iskandar Muda wafat pada 1636, Iskandar Thani menggantikan posisinya sebagai Sultan Aceh ketiga belas.Menurut kitab Bustanussalatin, ia digambarkan sebagai sosok yang alim dan adil, serta sangat peduli dengan pembangunan dan pendidikan agama Islam.Ia memerintah hingga wafat pada tahun 1641.  Makam Sultan Iskandar Thani berlokasi di kawasan Gunongan, yang juga merupakan bagian dari kompleks istana kesultanan di Banda Aceh.Kompleks ini mencerminkan kejayaan Aceh pada abad ke-17. Selama invasi Belanda, situs makam ini pernah dirusak.Pada tahun 1976, arkeolog melakukan penggalian dan menemukan lempengan emas yang kini disimpan di Museum Aceh.Penemuan lempengan emas ini membuktikan bahwa makam tersebut pernah dihiasi dengan kekayaan yang mencerminkan kemegahan Kerajaan Aceh.  Kandang Makam Sultan Iskandar Thani kini menjadi salah satu cagar budaya dan situs sejarah yang dilindungi di Aceh.Situs ini tidak hanya menyimpan makam Sultan Iskandar Thani, tetapi juga beberapa makam lain yang mencerminkan sejarah dan kejayaan Kerajaan Aceh.Keberadaannya penting sebagai pengingat akan sejarah dan nilai-nilai budaya Islam di Aceh.  Sebelum Sultan Iskandar Muda wafat pada tahun 1636, beliau telah mewariskan Kerajaan kepada menantunya Iskandar Thani. Beliau adalah putra Sultan Ahmad Pahang yang dibawa ke Aceh setelah negeri itu dikalahkan, ketika naik tahta, Sultan Iskandar Tsani berusia 25 Tahun. Di dalam kitab Bustanussalatin Masjid Baitul Masyahid (sekarang Baitul Musyahadah). Sultan lebih mengutamakan pembangunan karya Ar-Raniry disebutkan bahwa Sultan ini alim dan adil. Beliau mendirikan dan memperluas Pendidikan Agama Islam.