Loading

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Provinsi
Tahun pendataan : -
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2021
Tahun penetapan : 2021
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Struktur

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Struktur : -
Periode Struktur : -
Fungsi Struktur : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kota Sabang
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : Jl. Diponegoro Gampong Kuta Ateuh Kec. Sukakarya Kota Sabang
Latitude : -
Longitude : -
Ketinggian (mdpl) : -

Data Fisik

Bahan Struktur : -
Satuan waktu pembuatan : -
Periode waktu pembuatan : -
Waktu Pembuatan : -
Ornamen Struktur : -
Tanda Struktur : -
Warna Struktur : -
Hiasan : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Tinggi : -
Luas Struktur : -
Luas Tanah : 178 M2
Diameter Atas : -
Diameter Badan : -
Diameter Kaki : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Pemerintah Kota Sabang
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Struktur

Nama Lainnya : Bunker Jepang

Terletak Benteng Anoi Itam. Merupakan kompleks pertahanan Jepang yang terletak di daerah Ujong Kareung, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang. Lokasinya berjarak sekitar 12 KM arah timur dari pusat kota Sabang. Dibangun oleh tentara Jepang antara tahun 1942 hingga 1945 sebagai tempat penyimpanan berbagai jenis senjata, Benteng Anoi itam ini menjadi saksi bisu pertahanan militer Jepang di kawasan Sabang selama Perang Dunia II. Benteng ini dirancang dengan arsitektur yang unik, dimana sebagian besar strukturnya tertimbun di bawah tanah, membuatnya lebih sulit terdeteksi dari udara atau laut. Salah satu ciri khasnya adalah atap berbentuk tapal kuda yang memberikan perlindungan strategis bagi pasukan Jepang saat itu. Kawasan benteng ini juga memiliki beberapa terowongan bawah tanah telah ditutup oleh pemerintah demi alasan keamanan. Salah satu daya tarik utama Benteng Jepang ini adalah sebuah meriam besi sepanjang sekitar tiga meter yang masih berdiri kokoh di dalam benteng tepat di depan pintu masuk. Meriam ini merupakan peninggalan asli dari masa pendudukan Jepang dan menjadi simbol penting dari peran benteng ini sebagai bagian dari pertahanan militer Jepang di Sabang. Kompleks benteng ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya pada tahun 2021 lalu melalui Surat Keputusan Walikota Sabang Nomor 432/383/2021. Merupakan tempat perlindungan (Bunker) dan pusat komunikasi bagi pimpinan Jepang yang bermarkas komando di gedung Het Huis Van De Hoofd Administrateur Der Sabang Maatschappij yang dibangun oleh Jepang dalam operasi "T" untuk menghadapi Perang Asia Fasifik.