Loading

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : -
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2024
Tahun penetapan : -
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Struktur

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Struktur : -
Periode Struktur : -
Fungsi Struktur : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Besar
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : JG5P+WCJ, Lamreh, Mesjid Raya, Aceh Besar Regency, Aceh
Latitude : 5.609314942887972
Longitude : 95.5324008107803
Ketinggian (mdpl) : -

Data Fisik

Bahan Struktur : -
Satuan waktu pembuatan : -
Periode waktu pembuatan : -
Waktu Pembuatan : -
Ornamen Struktur : -
Tanda Struktur : -
Warna Struktur : -
Hiasan : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Tinggi : -
Luas Struktur : -
Luas Tanah : -
Diameter Atas : -
Diameter Badan : -
Diameter Kaki : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Singkil
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Milik Negara
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Struktur

Nama Lainnya : Benteng Kuta Lubok

Sebuah benteng yang berdiri pada ke - 12 masehi. Benteng kuta leubok merupakan bagian dari kerajaan lamuri yang merupakan kerajaan pertama Islam di Nusantara serta menjadi awal lahirnya kerajaan Islam Darussalam di Aceh. Benteng ini adalah peninggalan Portugis. Benteng Kuta Lubok di Aceh Besar adalah situs bersejarah peninggalan Kerajaan Lamuri dan kemudian digunakan oleh Kesultanan Aceh Darussalam sebagai benteng pertahanan maritim dan bandar perdagangan penting.  Benteng ini diyakini berasal dari masa Kerajaan Lamuri, sebuah kerajaan Hindu-Buddha yang berdiri di Aceh sebelum abad ke-13. Lokasi di bukit Lamreh dan sekitarnya diduga telah menjadi pemukiman dan pusat perdagangan yang ramai sejak lama, dibuktikan dengan temuan makam kuno, pecahan gerabah, porselin, dan manik-manik. Pada masa Kesultanan Aceh (diperkirakan sejak abad ke-16), Benteng Kuta Lubok berfungsi ganda sebagai Menjadi pangkalan armada Angkatan Laut Kerajaan Aceh untuk menjaga keamanan laut dan garis pantai dari gangguan, termasuk serangan Portugis. Benteng ini memiliki struktur pertahanan yang kuat dengan jendela pengintai menghadap Pantai dan mengamankan rute maritim dan memfasilitasi aktivitas perdagangan antar wilayah. Di dekat struktur benteng, terdapat empat makam, salah satunya makam Sultan Muhammad Sulaiman dengan inskripsi tahun 806 H (1404 M), yang menunjukkan aktivitas signifikan di lokasi tersebut sejak awal abad ke-15. Benteng Kuta Lubok terletak di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Aceh.  Saat ini, Benteng Kuta Lubok masih dapat dilihat sisa-sisa reruntuhannya, meskipun kondisinya terbengkalai dan tidak terawat dengan baik. Situs ini menjadi objek penelitian arkeologi dan tujuan wisata sejarah bagi mereka yang tertarik dengan warisan budaya Aceh.