Loading

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Provinsi
Tahun pendataan : -
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2022
Tahun penetapan : 2022-01-24
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Struktur

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Struktur : -
Periode Struktur : -
Fungsi Struktur : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Pidie Jaya
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : 67C4+F56, Jl. Simpang 4 - Seunong, Meunasah Teungoh, Kec. Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh
Latitude : 5.220469863278228
Longitude : 96.26568994728166
Ketinggian (mdpl) : 16

Data Fisik

Bahan Struktur : -
Satuan waktu pembuatan : -
Periode waktu pembuatan : -
Waktu Pembuatan : -
Ornamen Struktur : -
Tanda Struktur : -
Warna Struktur : -
Hiasan : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : 1,3 meter
Tinggi : 1,6 meter
Luas Struktur : 90 x 90 meter
Luas Tanah : -
Diameter Atas : -
Diameter Badan : -
Diameter Kaki : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Umum
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Struktur

Nama Lainnya : Benteng Kuta Bate

Benteng Kuta Batee (Meureudu) di Pidie Jaya dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1620 untuk pertahanan dan mengendalikan jalur perdagangan di Selat Malaka dan sebagai tempat konsentrasi pasukan Kesultanan Aceh. Benteng ini terbuat dari batu dengan perekat campuran putih telur dan tepung, dan di dalamnya juga terdapat meuligoe serta area persawahan untuk masyarakat.  Terbuat dari batu yang diikat dengan campuran putih telur dan tepung.Di dalamnya terdapat meuligoe (istana) yang kini sudah tidak ada. Memiliki area persawahan seluas 60 hektar yang digunakan untuk kesejahteraan penduduk, bahkan sebagian diwakafkan untuk Mesjid Kuta Bate.  Benteng Kuta Batee sekarang berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dan Dinas Kebudayan dan Pariwisata Aceh.Kondisinya sudah banyak mengalami keretakan, tetapi tetap menjadi bagian dari warisan sejarah penting di wilayah tersebut. Benteng ini juga menjadi lokasi untuk kegiatan berkemah dan wisata edukasi.