Loading

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Provinsi
Tahun pendataan : -
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2021
Tahun penetapan : 2021
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Struktur

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Struktur : -
Periode Struktur : -
Fungsi Struktur : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kota Sabang
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : Q8G7+G75, Keuneukai, Kec. Sukajaya, Kota Sabang, Aceh
Latitude : 5.824419507086036
Longitude : 95.32068204580452
Ketinggian (mdpl) : -

Data Fisik

Bahan Struktur : -
Satuan waktu pembuatan : -
Periode waktu pembuatan : -
Waktu Pembuatan : -
Ornamen Struktur : -
Tanda Struktur : -
Warna Struktur : -
Hiasan : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Tinggi : -
Luas Struktur : 81 M2
Luas Tanah : -
Diameter Atas : -
Diameter Badan : -
Diameter Kaki : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : Utuh
Pemeliharaan : Terpelihara
Riwayat Pemugaran : Belum Pernah Dipugar
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Pemerintah Kota Sabang
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Struktur

Nama Lainnya : Benteng Keuneukai

Dibangun oleh Jepang pada tahun 1942 dalam operasi "T" sebagai pos pengamatan bila ada serangan atau kapal musuh yang mendekat dan sekaligus sebagai benteng pertahanan awal yang di dalamnya terdapat ruangan sebagai tempat penyimpanan amunisi untuk menghadapi Perang Asia Pasifik. Benteng Keuneukai adalah salah satu dari banyak benteng peninggalan Jepang yang dibangun di Sabang, Aceh, pada masa Perang Dunia II.  Benteng ini didirikan oleh tentara Jepang pada tahun 1942, sebagai bagian dari Operasi "T". Operasi ini bertujuan untuk membangun sistem pertahanan strategis di sepanjang wilayah yang diduduki Jepang di Asia Pasifik. Pembangunan benteng-benteng di Sabang, termasuk di Keuneukai, menggunakan sistem kerja paksa (romusha) yang melibatkan masyarakat lokal.  Benteng Keuneukai, seperti benteng-benteng Jepang lainnya di Sabang, memiliki beberapa fungsi utama yaitu Lokasinya yang strategis di tepi pantai Gampong Keuneukai memungkinkannya digunakan sebagai pos pengamatan untuk memantau pergerakan kapal musuh yang mendekati Pulau Weh. Benteng ini berfungsi sebagai garis pertahanan awal untuk menghadapi serangan musuh dari laut selama Perang Asia Pasifik. Di dalamnya terdapat ruang-ruang khusus yang digunakan sebagai tempat penyimpanan amunisi dan persenjataan.  Benteng Keuneukai kini menjadi salah satu objek wisata sejarah di Sabang, bersama dengan benteng-benteng peninggalan Jepang lainnya. Saat ini, benteng ini masih dapat dilihat di tepi pantai Desa Keuneukai, meskipun keadaannya mungkin tidak lagi utuh seperti dulu. Di dekat lokasi benteng juga terdapat pemandian air panas yang sering dikunjungi wisatawan.