Loading

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : -
Tahun Verifikasi dan Validasi : -
Tahun penetapan : 2024
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Besar
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : HGV6+7R7, Beurandeh, Mesjid Raya, Aceh Besar Regency, Aceh
Latitude : 5.590906064390027
Longitude : 95.51674384078015
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Milik Negara
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Benteng Iskandar Muda

Benteng Iskandar Muda dibangun pada abad ke-16 oleh Sultan Iskandar Muda untuk melindungi Kesultanan Aceh dari serangan penjajah, terutama Portugis dan Belanda. Benteng ini terletak di Gampong Beurandeh, Aceh Besar, di tepi Sungai Krueng Raya, dan memiliki peran strategis dalam pertahanan Aceh melalui laut, bersama dengan benteng lainnya seperti Benteng Inong Balee. Benteng ini menjadi salah satu situs cagar budaya yang menjadi saksi bisu perjuangan Aceh.  Sejarah dan Pembangunan Dibangun pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636 Masehi) di abad ke-16 untuk memperkuat pertahanan wilayah dari serangan maritim.  Berfungsi sebagai garis pertahanan penting untuk menghalau armada Portugis dan Belanda yang berusaha masuk melalui Teluk Krueng Raya.  Ditempatkan di lokasi strategis di tepi sungai yang dekat dengan muara, berhadapan dengan Benteng Inong Balee di seberang teluk.  Dibangun dengan struktur kokoh menggunakan batu gunung yang direkatkan dengan campuran kapur, lempung, dan putih telur, serta dilapisi plester.  Fitur dan Peran Berbentuk bujur sangkar dengan tiga lapisan dinding, di mana dinding luar lebih tinggi dari dinding di dalamnya.  Terdapat lubang-lubang besar di dinding yang dulunya digunakan untuk menempatkan meriam sebagai senjata pertahanan.  Menjadi simbol ketahanan dan kehebatan strategi pertahanan Kesultanan Aceh pada masa itu.  Kondisi Saat Ini Saat ini, benteng ini menjadi salah satu situs cagar budaya yang penting dan objek wisata sejarah.  Meskipun telah direstorasi setelah Tsunami 2004, beberapa bagian benteng masih membutuhkan perawatan agar tidak rusak lebih parah. Salah satu keunikan yang dimiliki benteng ini terletak pada susunan kontruksinya yang kokoh berbentuk struktur penyusunannya yang terbuat dari bongkahan batu gunung yang saling merekat satu sama lain . Adonan tesebut dibuat dari campuran kapur, tumbukan kulit kerang, tanah liat dan putih telur.