Loading

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : -
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2024
Tahun penetapan : -
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Struktur

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Struktur : -
Periode Struktur : -
Fungsi Struktur : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Besar
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : 9M99+FVM, Unnamed Road, Lamtamot, Lembah Seulawah, Aceh Besar Regency, Aceh 23951
Latitude : 5.367684871814693
Longitude : 95.67429672198166
Ketinggian (mdpl) : -

Data Fisik

Bahan Struktur : -
Satuan waktu pembuatan : -
Periode waktu pembuatan : -
Waktu Pembuatan : -
Ornamen Struktur : -
Tanda Struktur : -
Warna Struktur : -
Hiasan : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Tinggi : -
Luas Struktur : -
Luas Tanah : -
Diameter Atas : -
Diameter Badan : -
Diameter Kaki : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Negara
Nama pemilik : Negara
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Struktur

Nama Lainnya : Benteng Gunung Biram

benteng terakhir pertahanan kerajaan Aceh saat melawan Belanda dan juga digunakan sebagai masjid dan tempat perkumpulan para pejuang kesultanan Aceh yang tersebar di sekitar Lembah Seulawah. Benteng Gunung Biram, yang terletak di Kemukiman Lamtamot, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar, merupakan salah satu situs bersejarah yang memiliki peran penting dalam perjuangan rakyat Aceh melawan penjajahan Belanda. Selain berfungsi sebagai benteng pertahanan, tempat ini juga pernah dijadikan pusat pendidikan serta persinggahan bagi jamaah haji yang melintasi jalur Pidie dan Aceh Utara menuju Aceh Besar. Sejarah panjang Benteng Gunung Biram menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan perjuangan Aceh. Salah satu tokoh yang turut mengulas sejarah benteng ini adalah Cucu Tanoh Abee, T. Abulis Samarkhan, yang menyoroti asal-usul penamaan Lembah Seulawah dan peran penting benteng dalam sejarah Aceh, sebagaimana ditayangkan dalam Podcast Sagoetv, Senin (24/3/2025) Di kawasan benteng ini terdapat Masjid Tuha Gunung Biram, yang pada masanya menjadi pusat pendidikan Islam serta tempat persinggahan bagi jamaah haji. Tak jauh dari lokasi masjid, terdapat makam seorang ulama besar yang dikenal sebagai Tengku Syik di Biram atau Abu Ikue Gunung Biram, yang memiliki nama asli Syekh Musa Al-Kautsar. Berdasarkan cerita masyarakat, ulama ini diyakini berasal dari Timur Tengah atau Turki, meskipun asal-usulnya masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Pelestarian Benteng Gunung Biram tidak hanya bertujuan menjaga warisan sejarah, tetapi juga berpotensi menjadi destinasi wisata edukatif yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perjuangan bangsa. Dengan perhatian yang lebih serius dan upaya pemugaran yang tepat, diharapkan Benteng Gunung Biram dapat terus menjadi saksi bisu kegigihan rakyat Aceh dalam mempertahankan tanah air dari penjajahan.