Loading

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : -
Tahun Verifikasi dan Validasi : -
Tahun penetapan : -
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Bangunan

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Bangunan : Campuran
Periode Bangunan : -
Gaya Arsitektur Bangunan : Lainnya
Fungsi Bangunan : -
Bentuk Atap Bangunan : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kota Banda Aceh
Kecamatan : Baiturrahman
Desa/Kelurahan : Kampung Baru
Alamat : Jl. Cut Mutia No.15, Kp. Baru, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh 23116
Latitude : 5.557872729085044
Longitude : 95.3260169565962
Ketinggian (mdpl) : -

Data Fisik

Bahan Bangunan : -
Satuan waktu pembuatan : Tahun
Periode waktu pembuatan : Sesudah Masehi
Waktu Pembuatan : -
Ornamen Bangunan : -
Tanda Bangunan : -
Warna Bangunan : -
Hiasan : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Tinggi : -
Luas Bangunan : -
Luas Tanah : 8789 m

Kondisi Terkini

Keutuhan : Utuh
Pemeliharaan : Terpelihara
Pemugaran : Belum Pernah Dipugar
Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Bank Indonesia
Nama pemilik : Bank Indonesia
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : Pertokoan
Batas Zona Selatan : Kantor Kepolisian (POLRESTA Banda Aceh)
Batas Zona Barat : Kantor PLN Merduati
Batas Zona Timur : Kali Aceh (krueng Aceng)

Deskripsi Singkat

Bangunan

Nama Lainnya : Bank Indonesia

Gedung Bank Indonesia memang sejak awal didirikan oleh pemerintah Belanda sebagai sebuah Bank. Gedung ini dibangun masa Gubernur Jenderal Belanda H.N.A Swarta (1916). Fungsinya sebagai Bank Sirkulasi yang bertugas mencetak dan mengedarkan uang. Pada 2 Maret 1964 Bank Indonesia membuka cabang di Banda Aceh menggunakan Gedung ini untuk memajukan Perekonomian Daerah Aceh. sampai sekarang Gedung ini masih di pakai Bank Indonesia yang memelihara kestabilan nilai rupiah.. Gedung ini adalah bangunan Belanda pertama yang dibangun dengan menyesuaikan iklim di Aceh yang panas itu terlihat dari jendela dan ventilasinya yang besar dan banyak serta menghadap ke arah Krueng Aceh (kali Aceh) kontruksinyapun dirancang sangat kokoh sehingga bisa tahan dari hempasan tsunami Aceh tanggal 26 November 2004