Loading

Informasi Cagar Budaya

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : 2014
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2014
Tahun penetapan : -
Entitas kebudayaan : CB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : Makam Tuan Tapa
Sifat Situs : Campuran
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Selatan
Kecamatan : Tapak Tuan
Desa/Kelurahan : Padang, Tapak Tuan
Alamat : 753H+WPM, Padang, Kec. Tapak Tuan, Kabupaten Aceh Selatan, Aceh 23715
Latitude : 3.255006344763081
Longitude : 97.18461426876362
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : Utuh
Pemeliharaan : Terpelihara
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Selatan
Kecamatan : Tapak Tuan
Desa/Gampong : Padang, Tapak Tuan
Status kepemilikan : Masyarakat
Nama pemilik : Masyarakat
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Makam Tuan Tapa

Sejarah makam Tuan Tapa sangat erat kaitannya dengan legenda setempat di Aceh Selatan yang menjadi asal usul nama kota Tapaktuan. Tokoh Tuan Tapa sendiri diyakini sebagai seorang petapa sakti yang jejak kakinya dapat dilihat di daerah tersebut, dan makamnya adalah situs ziarah penting.  Menurut cerita rakyat setempat, Tuan Tapa adalah seorang petapa (syekh) bertubuh raksasa yang hidup di sebuah gua di kaki Gunung Lampu, Tapaktuan. Ia dikenal memiliki kekuatan luar biasa. Legenda utamanya berkaitan dengan pertempuran melawan sepasang naga dari Tiongkok yang menculik seorang putri dari Kerajaan Asralanoka (atau sebaliknya, naga tersebut diusir dan bertemu Tuan Tapa yang kemudian melindungi sang putri).  Pertempuran sengit pun terjadi. Saat Tuan Tapa melompat dari gunung ke laut untuk melawan naga, ia meninggalkan jejak telapak kaki raksasa yang membekas di batu karang di pinggir pantai Gampong Pasar, Kecamatan Tapaktuan. Jejak kaki inilah yang menjadi ikon utama dan nama kota Tapaktuan ("tapak tuan"). Setelah berhasil mengalahkan naga dan menyelamatkan sang putri, Tuan Tapa kembali ke tempat pertapaannya dan meninggal dunia di sana. Makam Tuan Tapa berlokasi di kaki Gunung Lampu, di tepi pantai yang menghadap ke Samudera Hindia. Situs ini merupakan kompleks pemakaman yang juga mencakup makam-makam lain yang dipercaya sebagai pengikut atau kerabat Tuan Tapa.  Makamnya memiliki ukuran yang luar biasa besar, sesuai dengan penggambaran Tuan Tapa sebagai sosok raksasa dalam legenda. Hal ini menjadi daya tarik spiritual dan wisata sejarah bagi pengunjung yang datang untuk berziarah atau sekadar menyaksikan bukti fisik legenda tersebut.  Meskipun masyarakat setempat meyakini legenda tersebut, beberapa peneliti dan ahli geologi menjelaskan bahwa formasi batu karang yang menyerupai telapak kaki raksasa adalah hasil dari proses alamiah akibat perubahan geologis dan abrasi laut selama ribuan tahun. Namun, penjelasan ilmiah ini tidak mengurangi makna budaya dan keyakinan spiritual masyarakat terhadap situs makam dan jejak kaki Tuan Tapa.