Loading

Informasi Cagar Budaya

Tingkatan Data : Provinsi
Tahun pendataan : -
Tahun Verifikasi dan Validasi : -
Tahun penetapan : 07/10/2011
Entitas kebudayaan : CB
Kategori : Bangunan

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : Mesjid Baiturrahim
Sifat Bangunan : Campuran
Periode Bangunan : Prasejarah
Gaya Arsitektur Bangunan : -
Fungsi Bangunan : -
Bentuk Atap Bangunan : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kota Banda Aceh
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : H74M+8M7, Gp., Ulee Lheue, Meuraxa, Ulee Lheue, Banda Aceh, Kota Banda Aceh, Aceh 23232
Latitude : 5.55578777450035
Longitude : 95.29414025919843
Ketinggian (mdpl) : -

Data Fisik

Bahan Bangunan : -
Satuan waktu pembuatan : Tahun
Periode waktu pembuatan : Sesudah Masehi
Waktu Pembuatan : -
Ornamen Bangunan : -
Tanda Bangunan : -
Warna Bangunan : -
Hiasan : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Tinggi : -
Luas Bangunan : -
Luas Tanah : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : Utuh
Pemeliharaan : -
Pemugaran : Belum Pernah Dipugar
Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : Kota Banda Aceh
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : -
Nama pemilik : Wakaf
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : Rumah
Batas Zona Selatan : Laut
Batas Zona Barat : Jalan
Batas Zona Timur : Jalan

Deskripsi Singkat

Bangunan

Nama Lainnya : Mesjid Baiturrahim

Masjid Baiturrahim berlokasi di Pantai Ulee Lheue, Banda Aceh, adalah masjid bersejarah peninggalan Kesultanan Aceh abad ke-17 yang awalnya bernama Masjid Jami' Ulee Lheue. Konstruki awalnya dibangun dengan kayu. Pada tahun 1873 pernah menjadi tempat sementara ibadah Salat Jumat bagi jemaah Masjid Baiturrahman yang terbakar saat peristiwa melawan pasukan Belanda. Sejak saat itulah, namanya diperkirakan berganti menjadi Baiturrahim. Sepanjang sejarahnya masjid ini pernah beberapa kali mengalami pembangunan dan renovasi. Pada tahun 1922, Pemerintah Hindia Belanda membangun ulang masjid secara permanen menggunakan batu bata dan semen tanpa besi, dengan arsitektur yang terpengaruh gaya Eropa. Pada tahun 1981 direnovasi besar-besaran, bangunannya diperluas dan bantuan Kerajaan Arab Saudi, yang memungkinkan kapasitasnya bertambah menjadi sekitar 1.500 jemaah. Pada 2004, akibat gempa bumi dan tsunami masjid mengalami kerusakan yang cukup parah meski strukturnya tetap berdiri kokoh. Pada waktu itu selain masih dapat berfungsi sebagai tempat ibadah, Mesjid Baiturrahim juga menjadi pusat penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak. Kini, berkat program rehabailitasi dan rekonstruksi Aceh paska bencana, Mesjid Baiturrahim kembali berdiri megah dan kokoh dengan dilengkapi meuseum mini yang menyimpan foto-foto memori bencana tsunami, sehingga berkembang bukan hanya sebagai tempat beribadah, tapi juga menjadi destinasi wisata religi dan tsunami. Mesjid Baiturrahim terdaftar sebagai cagar budaya nasional melalui SK penetapan menteri Pendidikan dan Kebudayan bernomor SK : PM.90/PW.007/MKP/2011