Loading

Informasi Cagar Budaya

Tingkatan Data : Menteri
Tahun pendataan : -
Tahun Verifikasi dan Validasi : -
Tahun penetapan : 2011
Entitas kebudayaan : CB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : Campuran
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Tamiang
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : 94WR+CX7, Balai, Bendahara, Aceh Tamiang Regency, Aceh 24452
Latitude : 4.408928078758743
Longitude : 98.16106305515363
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : Utuh
Pemeliharaan : Terpelihara
Riwayat Pemugaran : Belum Pernah Dipugar
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : -
Nama pemilik : PT Parasawita
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : Dikelola Oleh Pemda Aceh Tamiang

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : Kebun Sawit
Batas Zona Selatan : Kebun Sawit
Batas Zona Barat : Kebun Sawit
Batas Zona Timur : Kebun Sawit

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Makam Tengku Tinggi

Tengku Tinggi merupakan seorang tokoh yang datang dari Malang Gelumpang Dua dan orang yang pertama kali membuka pemukiman di daerah Sungai Iyu dan penyebar agama Islam pertama di daerah tersebut. Makam Tengku Tinggi di Aceh Tamiang adalah makam keramat sepanjang 7 meter yang diyakini sebagai tempat peristirahatan ulama yang membawa ajaran Islam pertama ke daerah tersebut. Beliau diyakini berasal dari Arab dan memiliki postur tinggi, sehingga dijuluki Tengku Tinggi. Makam ini secara historis sudah ada sebelum masa penjajahan Belanda dan memiliki peran penting sebagai situs sejarah serta tempat ziarah.  Makam Tengku Tinggi di Aceh Tamiang diyakini sebagai makam seorang ulama yang merupakan salah satu penyebar agama Islam pertama di wilayah tersebut. Berikut adalah beberapa informasi mengenai makam ini:  Tokoh yang dimakamkan di sana diyakini bernama Muhammad Ali dari Arab, yang kemudian dikenal sebagai Tengku Tinggi karena perawakannya yang tinggi dan menetap di Aceh.Masyarakat meyakini Tengku Tinggi adalah penyebar ajaran Islam pertama di Aceh Tamiang. Beliau sempat berpindah-pindah tempat sebelum akhirnya menetap dan dimakamkan di lokasi saat ini. Nama "Tengku Tinggi" juga menjadi nama kampung di tempat makam itu berada.  Saat ini, makam tersebut dikelola oleh masyarakat secara swadaya, ditopang oleh tiang beton dan beratap seng yang sudah berkarat.Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang telah mendirikan plang bertuliskan "makam keramat Tengku Tinggi" di jalan masuk menuju makam. Situs ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ziarah oleh masyarakat lokal maupun dari daerah lain, tetapi juga menjadi bukti sejarah penting penyebaran Islam di Aceh Tamiang. Panjangnya sekitar tujuh meter, yang menjadikannya unik dan menjadi alasan mengapa sosoknya disebut sebagai "Tinggi".Makam ini telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya tingkat nasional pada 17 Oktober 2011 oleh Kementerian Kebudayaan. Lokasi makam berada di Kampung Tengkutinggi, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang.  Keberadaan makam ini tercatat dalam data cagar budaya Indonesia yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang menegaskan statusnya sebagai situs bersejarah yang dilindungi.