Loading

Informasi Cagar Budaya

Tingkatan Data : -
Tahun pendataan : -
Tahun Verifikasi dan Validasi : -
Tahun penetapan : 1970-01-01
Entitas kebudayaan : CB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : Komplek Makam Meureuhom Unga
Sifat Situs : Campuran
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Jaya
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : 2968+C85, Keude Unga, Indra Jaya, Aceh Jaya Regency, Aceh 23657
Latitude : 5.010666702319913
Longitude : 95.36911976544555
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : Utuh
Pemeliharaan : Terpelihara
Riwayat Pemugaran : Belum Pernah Dipugar
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : -
Nama pemilik : Pribadi
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : Dikelola Oleh Pemda

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : Jalan Banda Aceh - Meulaboh
Batas Zona Selatan : Kebun
Batas Zona Barat : Perkampungan
Batas Zona Timur : Kebun

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Komplek Makam Meureuhom Unga

Komplek Makam Meureuhom Unga di Aceh Jaya merupakan situs bersejarah yang diperkirakan didirikan pada abad ke-14 Masehi, menjadi makam raja-raja dari Kerajaan Daya (Meureuhom Daya). Komplek ini dikenal juga sebagai Makam Meureuhom Daya dan menjadi bagian penting dari sejarah kerajaan, terutama terkait tokoh penting seperti Sultan Salathin Alaiddin Riayat Syah yang dikenal dengan gelar Poteu Meureuhom.  Kompleks makam ini terkait erat dengan Kerajaan Daya, yang pada masa kejayaannya mempersatukan kerajaan-kerajaan kecil di wilayah tersebut seperti Keuluang, Lamno, dan Kuala Unga. Raja ini memerintah Kerajaan Daya pada abad ke-14 dan setelah wafatnya diberi gelar Meureuhom Daya atau Poteu Meureuhom. Makamnya berada di kompleks ini, di deretan ketiga dari arah barat, dan merupakan salah satu makam yang dilengkapi nisan batu kuno. Tokoh ini juga dikenal sebagai Meureuhom Unga atau Ulama besar di Gampong Keude Unga. Ia diyakini berasal dari Pasee (Samudera Pasai) dan kemudian hijrah ke Indra Jaya, kemudian menjadi pemimpin di sana. Kompleks makam ini juga memiliki tradisi adat yang disebut Seumuleung Raja, yang bermula dari tradisi menyuapi raja saat penobatan. Hal ini bermakna menyatunya raja dengan rakyatnya dan diyakini membawa berkah bagi masyarakat yang memakan sisa nasi suapan raja.  Kompleks ini memiliki sejumlah makam yang dilengkapi dengan nisan-nisan kuno dari bahan batu alam berorientasi utara-selatan. Nisan-nisan yang ada memiliki berbagai bentuk dan ukiran, seperti bentuk pipih bersayap, gada segi delapan, serta dilengkapi dengan pola hiasan seperti medalion, sulur-suluran, dan kaligrafi. Komplek Makam Meureuhom Unga adalah sebuah situs warisan nasional yang menjadi salah satu peninggalan sejarah penting di Aceh Jaya.