Loading

Makam Daeng Mansyur (Tgk. Chik Di Reubee)

No. Reg. CB.5050.19700101.00131 Status Cagar Budaya

Informasi Cagar Budaya

Tingkatan Data : -
Tahun pendataan : -
Tahun Verifikasi dan Validasi : -
Tahun penetapan : 1970-01-01
Entitas kebudayaan : CB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : Makam Daeng Mansyur (Tgk. Chik Di Reubee)
Sifat Situs : Campuran
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Pidie
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : 8VPX+VQ4, Daboh, Delima, Pidie Regency, Aceh 24183
Latitude : 5.337298447147836, 95.90959552047404
Longitude : 5.337298447147836, 95.90959552047404
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : Utuh
Pemeliharaan : Terpelihara
Riwayat Pemugaran : Belum Pernah Dipugar
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : -
Nama pemilik : Wakaf
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : Perkampungan
Batas Zona Selatan : Perkampungan
Batas Zona Barat : Kebun
Batas Zona Timur : Perkampungan

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Makam Daeng Mansyur (Tgk. Chik Di Reubee)

Tengku Chik di Reubee berasal dari keturunan Raja Abdullah Al Malikul Amin dan Raja Abdul Jalil dari Negeri Bugis, dan nama aslinya adalah Syeh Daim bergelar Daeng Mansyur. Sekitar abad 16 beliau datang ke Aceh kemudian dilanjutkan ke Mekkah untuk mendalami ilmu agama. Sekembalinya dari Mekkah, beliau menikah dengan keluarga ulama Reubee dan makam salah satu putranya berada satu kompleks dengan Sultan Iskandar Thani. Beliau adalah cikal bakal dari raja-raja Aceh yang memiliki garis keturunan Bugis, yaitu dari Putrinya yang menikah dengan Iskandar Muda dan melahirkan putri yang kelak memerintah Aceh, yaitu Sultanah Sri Tajul Alam Safiatuddin Syah. Sheikh Daeng Mansyur adalah sultan Aceh yang berketurunan bugis. Beliau seorang anak Raja yang terdampar di perairan Pidie. Yaitu Reubee kecamatan Delima kabupaten Pidie. Di kemukiman reubee tersebut. beliau mendirikan sebuah pesantren yang dipimpin langsung oleh Syeikh Daeng Mansyur, ulama yang bergelar Teungku Chik di Reubee. Syeikh Daeng Mansyur menikah dengan seorang Putri anak dari Teungku Chik di Reubee. Kemudian di karunianya dua orang anak, yaitu seorang anak perempuan yang bernama Putroe Sani dan satu orang anak laki-laki bernama zainal abidin. Dalam sejarah masyarakat turunan bugis yang berada di Aceh tidak lepas dari sejarah Sultan Iskandar Muda. Di karenakan Sultan Iskandar Muda menikahi Putroe Sani, Putri dari Syeikh Daeng Mansyur (menantu dari Teungku Chik di Reubee) yang berketurunan bugis tersebut. Putroe Sani di persunting oleh Sultan Iskandar Muda sedangkan anak laki-laki Syeikh Daeng Mansyur yaitu Zainal Abidin berhijrah ke Aceh Besar kemudian di kenal dengan sebutan Teungku di Lhong. Beliau menikah dan di karuniai seorang putra yang bernama Abdurrahim maharajalela. Kemudian menurut sejarah, Syeikh Daeng mansyur menghilangkan jejak. Beliau menyuruh orang-orang nya membawa berita bahwa beliau wafat dalam perperangan, agar penjajah Belanda tidak mencari nya. Beliau makamkan di gampong Raya reubee Lalu Putroe Sani istri dari Sultan Iskandar Muda juga katanya meninggal dunia dan di makamkan tidak jauh dari makam ayahanda tercinta, Yaitu gampong Reutoh Reubee. Sampai di sini pengetahuan saya tentang sejarah Syeikh Daeng Mansyur (teungku syik di reubee). Jika diantara kalian sahabat steemit lebih tahu sejarah tersebut, mari kita saling membagi ilmu.