Loading

Informasi Cagar Budaya

Tingkatan Data : -
Tahun pendataan : -
Tahun Verifikasi dan Validasi : 1999-01-12
Tahun penetapan : 1970-01-01
Entitas kebudayaan : CB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : Benteng Indrapatra
Sifat Situs : Campuran
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Besar
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : Krueng Raya, Baet, Kec. Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, Aceh
Latitude : 5.633295454981828, 95.48138725044058
Longitude : 5.633295454981828, 95.48138725044058
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : Utuh
Pemeliharaan : Terpelihara
Riwayat Pemugaran : Belum Pernah Dipugar
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : -
Nama pemilik : Negara
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : SD-SMPN Satap Ladong
Batas Zona Selatan : Tambak Air Payau
Batas Zona Barat : Perkebunan Kelapa
Batas Zona Timur : Selat Malaka

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Benteng Indrapatra

Benteng Indrapatara merupakan salah satu benteng yang berada di pesisir utara Aceh. Selain benteng ini, di sepanjang pesisir pantai utara juga terdapat beberapa benteng lain, misalnya Benteng Iskandar Muda, Benteng Kuta Lubok, serta Benteng Inong Balee. Benteng Indrapatra adalah salah satu situs sejarah yang terletak di Kecamatan Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Indonesia. Benteng ini merupakan peninggalan Kerajaan Lamuri, yang didirikan sebelum masa kedatangan Islam di Aceh. Dengan latar belakang sejarah yang panjang dan arsitektur yang megah, Benteng Indrapatra menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang penting di Aceh. Benteng Indrapatra dibangun pada abad ke-7 Masehi oleh Kerajaan Lamuri, salah satu kerajaan Hindu yang pernah berkuasa di Aceh. Benteng ini dibangun untuk melindungi kerajaan dari serangan musuh, khususnya dari pihak kolonial Portugis yang sering mengancam wilayah tersebut pada masa itu. Keberadaan benteng ini menunjukkan betapa strategisnya lokasi Aceh dalam jalur perdagangan internasional dan pentingnya pertahanan wilayah tersebut. Benteng Indrapatra memiliki arsitektur yang unik dan megah. Terbuat dari batu kapur dan batu bata, benteng ini terdiri dari beberapa bagian, termasuk benteng utama yang memiliki empat sudut dengan masing-masing sudut terdapat bastion (bagian yang menonjol dari benteng yang digunakan untuk penempatan meriam). Dinding benteng setinggi sekitar 3 meter dengan ketebalan yang cukup untuk menahan serangan musuh. Di dalam benteng, terdapat ruang-ruang yang diduga digunakan sebagai tempat penyimpanan senjata, tempat tinggal prajurit, dan ruang pertemuan. Benteng ini juga dilengkapi dengan saluran air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari para penghuni benteng. Benteng Indrapatra memiliki peran penting dalam sejarah Aceh. Selain sebagai benteng pertahanan, tempat ini juga menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting dalam sejarah Aceh. Benteng ini menunjukkan betapa kuatnya sistem pertahanan yang dimiliki oleh Kerajaan Lamuri dan kemudian Kerajaan Aceh Darussalam dalam menghadapi berbagai ancaman dari luar. Saat ini, Benteng Indrapatra masih berdiri kokoh meskipun beberapa bagian sudah mengalami kerusakan akibat usia dan faktor alam. Pemerintah dan masyarakat setempat telah melakukan berbagai upaya pelestarian untuk menjaga situs bersejarah ini agar tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Benteng ini sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara yang tertarik dengan sejarah dan arsitektur kuno. .