Loading

Informasi Cagar Budaya

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : -
Tahun Verifikasi dan Validasi : -
Tahun penetapan : -
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Tenggara
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : Gp. Kuta Legat
Latitude : -
Longitude : -
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : 40.000m

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Pemda Agara
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Benteng Kuta Legat

Benteng Kuta Legat adalah salah satu situs cagar budaya yang berlokasi di Desa Kuta Legat, Kabupaten Aceh Tenggara. Informasi spesifik mengenai sejarah detail pembangunannya relatif terbatas, namun situs ini diidentifikasi sebagai bagian dari rangkaian benteng pertahanan yang tersebar di Aceh. Benteng ini terletak di Gampong (Desa) Kuta Legat, di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara. Luas lahan situs ini diperkirakan mencapai 40.000 m². Aceh memiliki banyak benteng pertahanan (sering disebut "Kuta") yang dibangun pada masa kerajaan-kerajaan Islam atau selama periode Perang Aceh melawan Belanda. Benteng-benteng ini berfungsi sebagai pos pertahanan militer, pusat pemerintahan, atau bandar perdagangan, mengamankan wilayah dari ancaman, baik dari serangan laut maupun darat. Meskipun informasi spesifik tentang Benteng Kuta Legat tidak merinci tragedi besar, lokasi di Aceh Tenggara menempatkannya dalam konteks sejarah Perang Aceh, termasuk tragedi pembantaian di Benteng Kuta Reh (yang terletak di kecamatan tetangga, Bambel) oleh pasukan Belanda di bawah pimpinan Van Daalen pada tahun 1904. Kemungkinan besar, Benteng Kuta Legat juga memiliki peran pertahanan selama konflik tersebut. Secara singkat, Benteng Kuta Legat merupakan bagian penting dari jaringan pertahanan historis di Aceh, terutama di wilayah pedalaman Aceh Tenggara, yang terkait erat dengan perjuangan masyarakat Aceh dalam mempertahankan wilayahnya.