Loading

Informasi Cagar Budaya

Tingkatan Data : Provinsi
Tahun pendataan : 1999
Tahun Verifikasi dan Validasi : 1999
Tahun penetapan : -
Entitas kebudayaan : CB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kota Banda Aceh
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : Gp. Punge Bleng Cut Kec Jaya Baru
Latitude : -
Longitude : -
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : -
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Komplek Makam Kuno Punge Blang Cut

Kompleks Makam Kuno Punge Blang Cut adalah situs cagar budaya penting di Banda Aceh yang menyimpan sejarah terkait tokoh-tokoh penting Kesultanan Aceh. Situs ini mencakup beberapa makam kuno dari abad ke-15 Masehi dan masa Kesultanan Aceh Darussalam. Kompleks makam ini secara resmi diakui sebagai situs cagar budaya di tingkat provinsi dengan nomor penetapan SK No. 014/M/1999 Tgl. 12-01-1999. Di dalam kompleks ini terdapat makam-makam para Teungku (ulama/guru agama) atau tokoh-tokoh penting dalam sejarah Aceh, meskipun identitas spesifik semua makam tidak selalu disebutkan secara luas di sumber publik. Salah satu makam yang diketahui adalah Makam Tuan di Balek Ayei dan Makam Tuan Dikandang, yang keduanya berlokasi di Gampong Punge Blang Cut. Nisan-nisan yang ditemukan di situs ini, beberapa di antaranya bertipe "Batu Aceh" (dikenal lokal sebagai Batee Jirat), menunjukkan hubungan dengan periode kejayaan Kesultanan Aceh, yang berkembang antara abad ke-14 hingga ke-19 Masehi. Nisan-nisan ini adalah bukti fisik penyebaran pengaruh Islam dan jaringan perdagangan maritim Aceh di Asia Tenggara pada masa itu. Keberadaan makam-makam kuno ini menggarisbawahi peran Punge Blang Cut sebagai bagian integral dari pusat peradaban Islam di Banda Aceh, yang dikenal sebagai "Serambi Mekkah" dan pusat pendidikan serta pemerintahan Kesultanan Aceh di masa lalu.