Loading

Informasi Cagar Budaya

Tingkatan Data : Provinsi
Tahun pendataan : -
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2021
Tahun penetapan : 2021
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kota Sabang
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : Gampong Anoi Itam Kec. Sukajaya Kota Sabang
Latitude : 5.847609269399206
Longitude : 95.37966137488378
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : 200 M2

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Pemerintah Kota Sabang
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Komplek Benteng Anoi Itam

Merupakan Komplek benteng pertahanan yang dibangun oleh Jepang dalan Operasi "T" untuk menghadapi Perang Asia Pasifik. Terdapat beberapa benteng yang tersusun menjadi sebuah barikade pertahanan. Benteng - benteng tersebut dibangun mengikuti kontur tebing pantai membentuk seperti lingkaran, semuanya berjumlah 6 buah benteng dengan ukuran yang berbeda. Benteng ini terbuat dari beton cor, batu bata dan besi untuk penguatan. Dulu berfungsi sebagai Benteng Pertahanan Jepang. Kompleks Benteng Anoi Itam Sabang adalah peninggalan Jepang yang dibangun pada 1942-1945 sebagai pusat pertahanan dan penyimpanan senjata selama Perang Dunia II. Arsitekturnya unik dengan sebagian besar bangunan tersembunyi di bawah tanah dan menghadap laut, menjadikannya pos pengintaian yang strategis. Saat ini, benteng ini menjadi objek wisata sejarah yang menarik di Sabang.  Dibangun antara tahun 1942 dan 1945, benteng ini digunakan sebagai pusat penyimpanan senjata dan amunisi.  Berfungsi sebagai benteng pertahanan dan menara pengintai untuk memantau musuh dari laut. Bangunan utamanya dibangun berbentuk tapal kuda dan menghadap ke laut, sebagian besar di bawah tanah untuk memudahkan pengintaian dari udara dan laut.  Terowongan bawah tanah yang dulunya menghubungkan beberapa bangunan telah ditutup oleh pemerintah karena alasan keamanan.  Sebagian besar struktur benteng berada di bawah tanah dengan celah berbentuk tapal kuda di bagian atas, menampilkan kecerdasan strategi militer Jepang.  Meriam sepanjang sekitar tiga meter masih berdiri kokoh di depan pintu masuk, menjadi salah satu daya tarik utama.  Terletak di atas bukit dengan pemandangan langsung ke laut lepas (Selat Malaka), menawarkan panorama yang indah dan spot menarik untuk menikmati matahari terbit dan terbenam.  Pengunjung dapat melihat bangunan kecil lainnya yang dulunya berfungsi sebagai pos penjagaan di sekitar benteng utama.