Loading

Informasi Cagar Budaya

Tingkatan Data : Provinsi
Tahun pendataan : 2020
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2020
Tahun penetapan : 2020-11-10
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kota Banda Aceh
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : Jl.Dayah Raudhatul Al Fata Gampong Jawa Kec. Kuta Raja Kota Banda Aceh
Latitude : 5.566267424517736
Longitude : 95.2986113204235
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : 28 m²

Kondisi Terkini

Keutuhan : Utuh
Pemeliharaan : Terpelihara
Riwayat Pemugaran : Belum Pernah Dipugar
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Wakaf
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Komplek Makam Qadhi Maliqul Adil

Komplek Makam Qadhi Malikul Adil merupakan makam keluarga Qadhi (Seorang Pejabat Kehakiman). Komplek ini terletak di Komplek Dayah Raudhatul Al Fata Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Kota Banda Aceh dengan luas area 28 m2. Kondisi makam terpelihara, beberapa nisan banyak yang patah dan tercabut dikarenakan Gempa dan Tsunami 2004. Di lokasi Kompleks Makam Qadhi Maliqul Adil dapat ditemukan 7 buah makam kuno, nisan 14 buah, termasuk Putra dan Putri Qadhi Maliqul Adil yang nisan (jirat) dari batu pasir khas peninggalan Kerajaan Bandar Aceh Darussalam era abad ke-16/17 Masehi. Komplek makam Qadhi Malikul Adil di Gampong Jawa, Banda Aceh, adalah pemakaman keluarga dari pejabat kehakiman tertinggi di Kesultanan Aceh, yang terletak di dalam Komplek Dayah Raudhatul Al Fata. Makam-makam ini memiliki nisan-nisan indah dari batu Aceh, dan Kompleknya merupakan situs sejarah penting yang menjadi saksi peran "Qadhi Malikul 'Adil" sebagai pengadilan tertinggi di Kesultanan Aceh, mirip dengan Mahkamah Agung saat ini. Meskipun menjadi situs yang sangat bernilai sejarah, banyak nisan rusak akibat gempa, tsunami 2004, dan faktor lainnya, tetapi masih dalam proses pemeliharaan.  Dalam masa Kesultanan Aceh, "Qadhi Malikul 'Adil" adalah pejabat pengadilan tertinggi yang berkedudukan di ibukota (Kutaraja, sekarang Banda Aceh).  Komplek ini adalah makam keluarga dari jabatan tersebut, dan telah menjadi fokus penelitian para ahli sejarah, seperti Ludvic Kalus dan Claude Guillot dari Prancis.  Komplek ini memiliki nisan-nisan dari abad ke-16, yang terbuat dari batu Aceh dengan inskripsi dan ukiran indah. Beberapa nisan mengalami kerusakan, patah, atau tercabut akibat gempa dan tsunami 2004.  Situs ini telah mengalami penataan kembali untuk menjaga kelestariannya, terutama setelah tsunami menghancurkan banyak nisan.