Loading

Informasi Cagar Budaya

Tingkatan Data : Provinsi
Tahun pendataan : -
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2020
Tahun penetapan : 2020
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kota Banda Aceh
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : Jl. Rama Setia, Gp. Alue Dayah Kec. Meraxa
Latitude : 5.562736514620721
Longitude : 95.30859597457074
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : 450 m²

Kondisi Terkini

Keutuhan : Utuh
Pemeliharaan : Terpelihara
Riwayat Pemugaran : Belum Pernah Dipugar
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Disdikbud Kota Banda Aceh
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : Pemerintah Aceh

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Komplek Makam Poteumerah

Komplek situs ini dalam keadaan berantakan, nisan-nisan sudah tercabut dan tidak in-situ lagi karena gelombang Tsunami dan gempa tahun 2004. jumah nisan 28 buah dan tidak jelas lagi mengenai data sejarah/tokoh yang dimakamkan. Komplek situs ini dibuat di abad ke-16 Masehi dengan referensi keberadaan nisan Tipe Bandar Aceh Darussalam berbentuk persegi dengan sayap yang berukuran besar. makam Poteumeurah di Banda Aceh adalah situs pemakaman kuno milik para pemimpin Mukim Meuraxa pada abad ke-17. Kompleks ini merupakan bagian dari situs sejarah yang penting di Banda Aceh, meskipun seringkali makam Po Teumeureuhom yang terkenal berada di Lamno, Aceh Jaya. Situs ini sempat mengalami kerusakan parah akibat tsunami 2004 dan sedang dalam upaya pemulihan serta pemeliharaan sebagai cagar budaya.  Situs ini merupakan makam para pemimpin Mukim Meuraxa, sebuah wilayah administrasi di Banda Aceh, yang berasal dari abad ke-17.  Kompleks makam ini memiliki nilai historis sebagai bagian dari jejak peradaban Islam dan pemerintahan lokal di Banda Aceh sebelum masa penjajahan. Situs ini mengalami kerusakan parah akibat tsunami 2004, namun telah menjadi fokus upaya identifikasi dan pemeliharaan oleh berbagai pihak, termasuk mahasiswa dan dinas kebudayaan.  Makam ini sering dikaitkan dengan Po Teumeureuhom, seorang raja bijak dari Kerajaan Lamno yang juga memiliki makam di Lamno, Aceh Jaya. Meskipun keduanya memiliki sejarah yang berbeda, keduanya merupakan tokoh penting dalam sejarah Aceh.  Pemerintah telah menetapkan situs ini sebagai situs cagar budaya untuk dilindungi dan dilestarikan.