Loading

Informasi Cagar Budaya

Tingkatan Data : Provinsi
Tahun pendataan : 2019
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2019
Tahun penetapan : 2019
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kota Banda Aceh
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : Jl. Harapan No.1, Punge Blang Cut, Kec. Jaya Baru, Kota Banda Aceh, Aceh 2311
Latitude : 5.547751237599366
Longitude : 95.3092253242602
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : 5.147 m²

Kondisi Terkini

Keutuhan : Utuh
Pemeliharaan : Terpelihara
Riwayat Pemugaran : Belum Pernah Dipugar
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Kapal PLTD Apung

Kapal Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Apung adalah kapal generator listrik milik PLN yang dibuat tahun 1996. Awalnya kapal ini disebar di berbagai lokasi seperti Pontianak, Bali, dan Madura untuk mengatasi masalah kelistrikan. Pada Desember 2003, kapal ini tiba di Banda Aceh, namun beberapa bulan kemudian, saat terjadi tsunami pada 26 Desember 2004, kapal ini terseret gelombang sejauh 5 kilometer dari pelabuhan Ulee Lheue hingga terdampar di tengah pemukiman warga. Sekarang, kapal ini dijadikan monumen dan lokasi wisata edukasi di Banda Aceh untuk mengenang peristiwa tersebut dan meningkatkan kesadaran akan mitigasi bencana.  Dibuat pada tahun 1996 di Batam dan beroperasi di beberapa wilayah: Pontianak (1997) Bali (19 Madura (2000) dan Kembali ke Pontianak (2001) .Tiba di pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, pada Juli 2003 atas permintaan Gubernur Aceh saat itu untuk mengatasi krisis listrik.  Pada 26 Desember 2004, kapal PLTD Apung terseret oleh gelombang tsunami dahsyat. Kapal ini hanyut sejauh 5 kilometer dari lokasi awalnya di pelabuhan. Terdampar di tengah pemukiman penduduk di Gampong Punge Blang Cut, menjadi saksi bisu kekuatan alam.  Menjadi monumen peringatan tsunami dan objek wisata edukasi.Terdapat museum mini di dalamnya yang menampilkan foto-foto dan informasi tentang tsunami. Mengingatkan masyarakat tentang dahsyatnya bencana, pentingnya kesiapsiagaan, dan semangat ketangguhan masyarakat Aceh.  Monumen Kapal PLTD Apung memiliki luas lahan sekitar 2 Ha, yang berlokasi di Gampong Punge Blang Cut Kecamatan Jaya Baru. Sebelah kiri Kapal PLTD Apung terdapat Monumen Edukasi Tsunami. Kapal PLTD Apung memiliki panjang 63 m, lebar 19 m dan tinggi 4.3 m, dengan bobot 2.600 ton. Pada tanggal 26 Desember 2004 kapal ini terkena terjangan ombakTsunami dan terseret sejauh 2.4 km hingga ke tengah kota dari tempat semula. Akan tetapi keadaan kapal ini tetap utuh dan masih berbentuk seperti kapal besar pada umumnya. Kapal PLTD Apung merupakan jenis Power Plant Barge, dibangun oleh PT. Batamas Jala Nusantara, Batam Tahun 1996 dengan berat kotor 2.600 ton dan berat bersih 780 ton. Spesifikasi mesin generator pembangkit listrik Wartsila 12v 46B buatan Finlandia, bernomor seri 9906, berat 178 ton, tipe mesin empat langkah, delapan silinder segaris, dengan sistem pendingin cairan dengan jumlah katup empat silinder, bore x stroke 480 mm x 580 mm. Mesin memiliki putaran 500 rpm dengan daya 10.860 kw.