| Tingkatan Data | : | Provinsi |
| Tahun pendataan | : | - |
| Tahun Verifikasi dan Validasi | : | 2022-01-24 |
| Tahun penetapan | : | 2022-01-24 |
| Entitas kebudayaan | : | ODCB |
| Kategori | : | Situs |
| Nama ODCB/CB di lapangan | : | - |
| Sifat Situs | : | - |
| Periode Situs | : | - |
| Kelompok Situs | : | - |
| Kabupaten/Kota | : | Kabupaten Pidie Jaya |
| Kecamatan | : | - |
| Desa/Kelurahan | : | - |
| Alamat | : | Gampong Lueng Bimba Kec. Meurah Dua, Kab. Pidie Jaya |
| Latitude | : | 05' 15'06,7" ˚LU - 096' 16'27,0" ˚BT |
| Longitude | : | 05' 15'06,7" ˚LU - 096' 16'27,0" ˚BT |
| Ketinggian (mdpl) | : | 5 |
| Panjang | : | - |
| Lebar | : | - |
| Luas Tanah | : | - |
| Keutuhan | : | Utuh |
| Pemeliharaan | : | Terpelihara |
| Riwayat Pemugaran | : | Belum Pernah Dipugar |
| Riwayat Adaptasi | : | - |
| Kabupaten/Kota | : | - |
| Kecamatan | : | - |
| Desa/Gampong | : | - |
| Status kepemilikan | : | Umum |
| Nama pemilik | : | - |
| Status perolehan | : | - |
| Alamat | : | - |
| Latitude | : | - |
| Longitude | : | - |
| Status Pengelolaan | : | - |
| Batas Zona Utara | : | - |
| Batas Zona Selatan | : | - |
| Batas Zona Barat | : | - |
| Batas Zona Timur | : | - |
Situs
Nama Lainnya : Makam Kuno Gampong Lueng Bimba
Makam Kuno Gampong Lueng Bimba di Pidie Jaya adalah situs bersejarah penting yang sezaman dengan situs makam Teungku Lhok Kupula di awal abad ke-15 Masehi, dengan bukti nisan plang-pling yang menunjukkan Islam sudah mengakar kuat di wilayah tersebut jauh sebelum Kesultanan Aceh terbentuk. Situs ini menjadi bukti sejarah perkembangan Islam dan kebudayaan masyarakat Pidie Jaya sejak abad ke-15, dengan perbedaan nisan yang lebih tua dibandingkan makam lainnya di daerah tersebut. Situs ini memiliki batu nisan berbentuk pipih yang unik, yang secara morfologi disandingkan dengan batu nisan di Samudera Pasai dari abad ke-15 Masehi. Batu nisan ini dikenal masyarakat lokal dengan sebutan kompleks makam "Teungku Kumuneng". Kesamaan nisan dengan situs Lamuri di Aceh Besar menunjukkan adanya hubungan historis yang signifikan, dan keberadaan situs ini penting untuk memahami sejarah Pidie Jaya yang telah menjadi pusat perkembangan Islam sejak abad ke-15. Situs Makam Kuno Lueng Bimba ini dimiliki dan dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya. Situs makam kuno Gampong Lueng Bimba di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, menyimpan nilai sejarah penting sebagai peninggalan era Kesultanan Aceh. Berikut adalah sejarah dan temuan yang terkait dengan makam ini: Makam ini diidentifikasi sebagai milik seorang penguasa atau pembesar yang menjabat sebagai syahbandar (penguasa pelabuhan) di negeri Pidie pada sekitar abad ke-16 atau awal abad ke-17. Pada masa itu, Pidie merupakan bagian dari wilayah Kesultanan Aceh Darussalam.Ketika ditemukan, belasan batu nisan di lokasi ini tertutup semak belukar dan terpendam di dalam tanah. Para ahli kemudian mengangkat dan menegakkan kembali batu-batu nisan tersebut. Berdasarkan analisis epigrafi (ilmu tentang tulisan pada benda kuno) oleh seorang ulama, Ustaz Hakiudin Muhammad, ditemukan tulisan pada batu nisan yang mengidentifikasi sosok yang dimakamkan sebagai "Khan Bandar". "Khan Bandar" Nama ini berasal dari bahasa Persia dan berarti "raja atau penguasa pelabuhan". Inskripsi pada batu nisan menunjukkan bahwa Khan Bandar adalah putra Abdullah dan cucu dari Muhammad Syah. Posisinya sebagai penguasa pelabuhan di Pidie menunjukkan bahwa ia adalah tokoh penting dalam hierarki Kesultanan Aceh. Model dan bentuk batu nisan yang ditemukan sesuai dengan gaya yang umum pada masa Kesultanan Aceh, khususnya antara akhir abad ke-15 hingga awal abad ke-17 Masehi.Batu-batu nisan ini dihiasi dengan ukiran kaligrafi yang memuat kalimat tauhid dan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Sebagai peninggalan sejarah yang berharga, makam kuno ini berfungsi sebagai sumber belajar bagi generasi sekarang untuk memahami sejarah dan budaya masa lalu.Situs ini memperkaya warisan sejarah dan budaya Kabupaten Pidie Jaya, yang diketahui memiliki banyak peninggalan arkeologi dari era keislaman.