Loading

Komplek Makam Sultan Malikussaleh dan Malikul Dhahir

No. Reg. PO2014120200002 Status Cagar Budaya

Informasi Cagar Budaya

Tingkatan Data : Provinsi
Tahun pendataan : 2014
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2014
Tahun penetapan : -
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Utara
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : 46J3+WCM, Beuringen, Kec. Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Aceh 24391
Latitude : 5.092357789452776
Longitude : 97.42169797348568
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : 3472 M2

Kondisi Terkini

Keutuhan : Utuh
Pemeliharaan : Terpelihara
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Pemda Aceh Utara
Nama pemilik : Pemda Aceh Utara
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Komplek Makam Sultan Malikussaleh dan Malikul Dhahir

1270 - 1279 M, 1279 - 1326 M Raja Kerajaan Islam Samudera Pasai. Tokoh ini dikenal pula sebagai Malikussaleh. Nama aslinya Meurah Silu. Dia merupakan pendiri kerajaan Islam pertama di nusantara, yaitu Samudra Pasai. Dia memegang tampuk kekuasaan dari 1270 hingga 1279.. Komplek makam Sultan Malikussaleh di Aceh Utara merupakan situs bersejarah yang menjadi bukti masuknya Islam di Nusantara pada abad ke-13, didirikan oleh Meurah Silu yang kemudian bergelar Sultan Malikussaleh, raja pertama Kerajaan Samudera Pasai. Makam ini juga menjadi peristirahatan terakhir bagi keluarganya, termasuk Sultan Muhammad Malikul Zahir dan Ratu Nahrisyah. Situs ini menjadi penting secara budaya dan sejarah karena nilai arsitekturalnya, kaligrafi pada nisan, dan menjadi objek ziarah bagi masyarakat.  Sultan Malikussaleh (Meurah Silu) adalah pendiri Kerajaan Samudera Pasai, kerajaan Islam pertama di Nusantara.  Penemuan makam dengan angka tahun 1297 M (696 H) membuktikan perkembangan Islam di Nusantara sekitar abad ke-13. Komplek makam ini menjadi titik pusat dari Kerajaan Samudera Pasai, yang juga mencakup masjid tua dan lokasi reruntuhan istana kerajaan.  Terletak di Kampung Beringin, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, sekitar 17 km sebelah timur Lhokseumawe. Makam-makam penting Selain makam Sultan Malikussaleh, Komplek ini juga berisi makam anggota keluarganya, seperti Sultan Muhammad Malikul Zahir  Anak laki-laki Malikussaleh yang memerintah setelahnya .Ratu Nahrisyah Ratu yang memerintah dari tahun 1405 hingga 1428 M. Ciri khas  Batu-batu nisan di Komplek ini dihiasi dengan kaligrafi ayat-ayat suci.