Loading

Informasi Cagar Budaya

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : -
Tahun Verifikasi dan Validasi : -
Tahun penetapan : -
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Benda

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Produk : -
Periode Produk : -
Kelompok Produk : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Besar
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : Jl. Laksamana Malahayati No.23114, Baet, Kec. Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, Aceh
Latitude : 5.589269485285872
Longitude : 95.3683898703879
Ketinggian (mdpl) : -

Data Fisik

Bahan : -
Satuan waktu pembuatan : -
Periode waktu pembuatan : -
Waktu Pembuatan : -
Tanda yang Dimiliki : -
Warna : -
Hiasan : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Tinggi : -
Tebal : -
Berat : -
Volume : -
Diameter Atas : -
Diameter Badan : -
Diameter Kaki : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : -
Pemugaran : -
Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : -
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Deskripsi Singkat

Benda

Nama Lainnya : Makam Tgk. Di Cantek

Makam Tgk. Di Cantek adalah makam seorang ulama Aceh pada masa kolonial Belanda yang terkenal karena kemampuan meniup terompet dan perlawanannya terhadap Belanda. Menurut cerita rakyat, Tgk. Di Cantek diperintahkan Belanda untuk meniup terompet satu napas dari Mesjid Raya Baiturrahman hingga Krueng Raya. Karena suara terompet terputus di tengah jalan, Belanda memotong jari kelingkingnya, yang kemudian menjadi ciri khas makamnya.  Seorang Ulama pada masa kolonial belanda, beliau disuruh oleh belanda meniup terompet satu nafas sambil berjalan dari Mesjid Raya Baiturrahman sampai ke Krueng Raya, Konon cerita saat di cadek suara terompet terputus maka belanda memotong jari kelingkingnya beliau hingga terputus.