Loading

Informasi Cagar Budaya

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : -
Tahun Verifikasi dan Validasi : -
Tahun penetapan : 2024
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Besar
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : JG5J+82J, Lamreh, Aceh Besar Regency, Aceh
Latitude : 5.607650002114931
Longitude : 95.54202799569629
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Besar
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Milik Negara
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Benteng Inong Balee

Benteng yang dibangun Sultan Alauddin Ri'ayat Syah Sayyidil Mukammil(1589-1604) ini adalah pusat pertahanan untuk wilayah perairan Selat Malaka. Selain itu, benteng ini pun digunakan sebagai asrama bagi para lasykar Inong Balee( janda yang suaminya gugur di medan perang) Benteng Indrapatra adalah salah satu situs sejarah yang terletak di Kecamatan Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Indonesia. Benteng ini merupakan peninggalan Kerajaan Lamuri, yang didirikan sebelum masa kedatangan Islam di Aceh. Dengan latar belakang sejarah yang panjang dan arsitektur yang megah, Benteng Indrapatra menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang penting di Aceh. Benteng Indrapatra dibangun pada abad ke-7 Masehi oleh Kerajaan Lamuri, salah satu kerajaan Hindu yang pernah berkuasa di Aceh. Benteng ini dibangun untuk melindungi kerajaan dari serangan musuh, khususnya dari pihak kolonial Portugis yang sering mengancam wilayah tersebut pada masa itu. Keberadaan benteng ini menunjukkan betapa strategisnya lokasi Aceh dalam jalur perdagangan internasional dan pentingnya pertahanan wilayah tersebut. Benteng Indrapatra memiliki arsitektur yang unik dan megah. Terbuat dari batu kapur dan batu bata, benteng ini terdiri dari beberapa bagian, termasuk benteng utama yang memiliki empat sudut dengan masing-masing sudut terdapat bastion (bagian yang menonjol dari benteng yang digunakan untuk penempatan meriam). Dinding benteng setinggi sekitar 3 meter dengan ketebalan yang cukup untuk menahan serangan musuh. Di dalam benteng, terdapat ruang-ruang yang diduga digunakan sebagai tempat penyimpanan senjata, tempat tinggal prajurit, dan ruang pertemuan. Benteng ini juga dilengkapi dengan saluran air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari para penghuni benteng. Benteng Indrapatra memiliki peran penting dalam sejarah Aceh. Selain sebagai benteng pertahanan, tempat ini juga menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting dalam sejarah Aceh. Benteng ini menunjukkan betapa kuatnya sistem pertahanan yang dimiliki oleh Kerajaan Lamuri dan kemudian Kerajaan Aceh Darussalam dalam menghadapi berbagai ancaman dari luar. Saat ini, Benteng Indrapatra masih berdiri kokoh meskipun beberapa bagian sudah mengalami kerusakan akibat usia dan faktor alam. Pemerintah dan masyarakat setempat telah melakukan berbagai upaya pelestarian untuk menjaga situs bersejarah ini agar tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Benteng ini sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara yang tertarik dengan sejarah dan arsitektur kuno. .